Apa Peran Hormon dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman?

January 24, 2026 | Penulis: Rizqina Aulia
Apa Peran Hormon dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman?

 

Sering kali petani sudah memberikan pupuk dan air secara rutin, tetapi pertumbuhan tanaman tetap tidak sesuai harapan. Ada yang daunnya rimbun namun sulit berbunga, ada pula yang pertumbuhannya lambat meski kondisi tanah terlihat baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi, melainkan juga oleh sistem pengatur di dalam tubuh tanaman, yaitu hormon.

 

Hormon tumbuhan merupakan senyawa organik alami yang diproduksi oleh tanaman dalam jumlah sangat kecil, namun memiliki pengaruh yang besar terhadap seluruh siklus hidup tanaman. Hormon tidak berfungsi sebagai sumber makanan, melainkan sebagai pengatur kerja sel, jaringan, dan organ tanaman agar pertumbuhan berlangsung sesuai dengan fase dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, hormon sering disebut sebagai pengendali arah dan ritme pertumbuhan tanaman.

 

Auksin

 

Auksin dihasilkan terutama pada bagian pucuk dan jaringan muda tanaman. Hormon ini berperan penting dalam pemanjangan sel sehingga tanaman dapat tumbuh memanjang ke atas dan akar berkembang dengan baik ke dalam tanah. Selain itu, auksin membantu tanaman merespons cahaya dengan mengarahkan pertumbuhan ke sumber sinar, yang dikenal sebagai fototropisme. Pada fase awal pertumbuhan, peran auksin sangat menentukan bentuk dan arah pertumbuhan tanaman.

 

Sitokinin

 

Sitokinin banyak diproduksi di bagian akar dan kemudian dialirkan ke bagian atas tanaman. Hormon ini berfungsi merangsang pembelahan sel serta memperlambat proses penuaan daun. Dengan adanya sitokinin, daun dapat bertahan lebih lama dalam kondisi hijau dan aktif melakukan fotosintesis. Hal ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan menyediakan energi yang cukup bagi tanaman.

 

Giberelin

 

Giberelin berperan dalam mempercepat pertumbuhan batang dan tunas, terutama pada fase pertumbuhan awal dan fase peralihan menuju generatif. Hormon ini juga membantu proses perkecambahan biji serta mendukung perkembangan dan pembesaran buah pada beberapa jenis tanaman. Keseimbangan giberelin berpengaruh terhadap keseragaman pertumbuhan tanaman dan potensi hasil yang dapat dicapai.

 

Asam Absisat

 

Asam absisat dikenal sebagai hormon penghambat pertumbuhan yang berperan penting saat tanaman menghadapi kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Hormon ini aktif ketika tanaman mengalami kekeringan, suhu ekstrem, atau cekaman lainnya. Peran utamanya adalah membantu tanaman mengurangi kehilangan air dan menyesuaikan diri terhadap kondisi stres agar tetap bertahan hidup.

 

Etilen

 

Etilen merupakan hormon tumbuhan yang berbentuk gas dan memiliki peran besar dalam proses pematangan buah. Selain itu, etilen juga terlibat dalam pengguguran daun dan proses penuaan tanaman. Dalam kegiatan pascapanen, etilen sangat memengaruhi kecepatan buah matang dan daya simpan hasil panen, sehingga pengelolaannya menjadi penting untuk menjaga kualitas produk.

 

Keseimbangan Hormon

 

Setiap hormon tumbuhan tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling memengaruhi satu sama lain. Keseimbangan antara hormon pemacu dan penghambat pertumbuhan sangat menentukan keberhasilan tanaman dalam melewati setiap fase pertumbuhan. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur secara vegetatif atau justru mengalami hambatan dalam pembungaan dan pembentukan hasil.

 

Bagi petani, pemahaman mengenai peran hormon tumbuhan sangat membantu dalam pengelolaan budidaya. Dengan memahami bagaimana hormon bekerja, petani dapat menyesuaikan pemupukan, pengairan, dan perlakuan tanaman sesuai dengan fase pertumbuhan. Hal ini akan membuat usaha budidaya menjadi lebih efisien dan hasil yang diperoleh lebih optimal.

Artikel Lainnya