Tentang Kalium dalam Pertumbuhan Tanaman

November 03, 2023
Tentang Kalium dalam Pertumbuhan Tanaman

Kalium, atau yang lebih dikenal dengan nama Potassium dalam bahasa Inggris, adalah unsur kimia penting dalam tabel periodik dengan simbol K dan nomor atom 19. Kalium adalah unsur esensial dalam pertumbuhan tanaman dan memiliki peran vital dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

 

 

Fungsi Kalium (K) dalam Pertumbuhan Tanaman

 

Kalium juga membantu dalam mengatur status air tanaman, meningkatkan toleransi terhadap kekeringan, dan memperkuat struktur tanaman. Dalam tanaman, Kalium diambil sebagai K+ dan tingkat pengambilannya berbeda pada setiap tahap pertumbuhan. Tahap vegetatif memerlukan sedikit Kalium, sementara pembentukan bunga dan pembesaran buah membutuhkan lebih banyak. 

 

Salah satu peran utama kalium adalah meningkatkan kualitas panen. Tanaman yang mendapatkan pasokan kalium yang cukup cenderung memiliki buah yang lebih manis, lebih besar, dan lebih mengkilat. Ini disebabkan oleh peran kalium dalam mengatur transportasi fotosintesis dalam tanaman, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan. Selain itu, kalium juga membantu tanaman menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Ini mengatur status air dalam tanaman dan meningkatkan toleransi terhadap stres kekeringan, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan tahan lama.

 

 

Pengaruh Ketersediaan Kalium di Tanah pada Tanaman

 

Kalium diambil oleh tanaman umumnya sebagai K+. Ketersediaan Kalium dalam tanah dipengaruhi oleh pH tanah. Tanah dengan pH yang berbeda memiliki tingkat ketersediaan yang berbeda pula. Defisiensi Kalium pada tanaman dapat mengakibatkan pertumbuhan lambat, batang yang lemah, dan daun yang menguning. Organ generatif tanaman seperti buah juga akan terpengaruh dengan ukuran yang lebih kecil dan kulit buah yang tipis.

 

Penting untuk memahami bagaimana tanaman mengambil kalium. Kalium diambil oleh akar tanaman melalui berbagai proses seperti aliran massa, difusi, dan intersepsi akar. Tingkat ketersediaan kalium dalam tanah sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Ini berkisar dari pH tanah 4,0 hingga 10, dengan ketersediaan terbaik di kisaran pH 6,0 hingga 7,5.

 

 

Siklus Kalium dalam Pertanian

 

Siklus Kalium dalam Tanah adalah suatu proses yang kompleks yang melibatkan berbagai tahap, di mana unsur kalium bergerak ke dalam dan keluar dari tanah, serta berinteraksi dengan komponen tanah tertentu. 

 

1. Masuk ke dalam tanah

Kalium masuk ke dalam tanah melalui beberapa sumber. Ini bisa berasal dari sisa-sisa tanaman yang membusuk di tanah, aplikasi pupuk kimia yang mengandung kalium, atau penggunaan pupuk kandang atau kompos yang juga mengandung kalium.

 

2. Penyerapan oleh Tanaman

Setelah kalium ada di dalam tanah, tanaman menyerapnya melalui akar mereka. Ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

 

3. Pencucian dan Larutan Tanah

Sebagian kalium dalam tanah dapat tercuci oleh air hujan atau irigasi dan berakhir dalam larutan tanah. Ini mempengaruhi ketersediaan kalium bagi tanaman.

 

4. Hilang dalam Tanah

Kalium juga dapat hilang dari tanah melalui berbagai mekanisme. Sebagian besar kalium dapat hilang melalui aliran permukaan atau erosi tanah. Sebagian kecil mungkin terangkut dalam panen tanaman.

 

5. Mineralisasi, Desorbsi, Adsorbsi

Kalium dalam tanah dapat mengalami berbagai transformasi kimia. Mineralisasi adalah proses perlahan di mana kalium dari bahan organik diubah menjadi bentuk yang dapat diambil oleh tanaman. Desorbsi dan adsorbsi adalah proses cepat di mana kalium melepaskan diri dari atau menempel pada partikel tanah.

 

6. Terfiksasi, Pelepasan, Pertukaran 

Terfiksasi adalah kebalikan dari desorbsi, di mana kalium tertahan oleh partikel tanah. Proses pertukaran melibatkan pergerakan kalium antara partikel-partikel tanah dan larutan tanah.

 

7. Koloid Tanah 

Koloid tanah adalah partikel-partikel kecil dalam tanah yang memiliki kemampuan untuk menahan kalium dan mineral lainnya. Mereka memainkan peran penting dalam retensi dan pertukaran kalium.

 

Siklus kalium ini merupakan bagian penting dari nutrisi tanaman dan keseimbangan unsur dalam ekosistem pertanian. Memahami bagaimana kalium bergerak dan berinteraksi dalam tanah membantu petani untuk mengelola sumber daya ini dengan lebih efisien dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.

 

 

Pilihan Pupuk Kalium yang Tersedia

 

Dalam mengelola pemupukan Kalium, terdapat beragam opsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Contohnya adalah  pupuk tunggal seperti MEROKE MOP, pupuk majemuk seperti SUBURKALI dan MEROKEKKB, atau pupuk NPK Mutiara Series yaitu Mutiara 16-16-16, Mutiara  PROFESSIONAL, Mutiara GROWER, Mutiara SPRINTER, dan Mutiara PARTNER.

 

Tentu saja, ada juga pupuk water-soluble seperti MerokeFLEX-G, MerokeKALINITRA, MerokeSOP, MerokeMKP, serta Pupuk NPK Foliar yaitu PROVIT HIJAU, PROVIT MERAH, PROVIT ORANGE, dan PROVIT MAXI. 

 

Jadi, penting bagi petani dan penggemar pertanian untuk memahami peran penting kalium dalam pertumbuhan tanaman dan cara mengelola sumber daya ini dengan baik. Melalui pemahaman yang kuat tentang kalium dan cara mengatasi defisiensi dapat membantu kita meningkatkan hasil panen dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.

Berita Lainnya