Perbedaan Aktivitas Tanaman pada Siang dan Malam Hari

February 11, 2026 | Penulis: Rizqina Aulia
Perbedaan Aktivitas Tanaman pada Siang dan Malam Hari

 

 

Pernahkah kita memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi pada tanaman pada siang dan malam hari? Banyak yang mengira tanaman hanya aktif saat ada cahaya matahari dan beristirahat pada malam hari, padahal tanaman tetap menjalankan proses fisiologis sepanjang waktu. Perbedaan kondisi siang dan malam membuat tanaman menunjukkan respons yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan energinya, di mana siang hari dimanfaatkan untuk fotosintesis, sedangkan malam hari proses penting seperti respirasi dan distribusi hasil fotosintesis tetap berlangsung. Aktivitas ini saling melengkapi dan berperan penting dalam menunjang pertumbuhan serta kelangsungan hidup tanaman. Lalu, apa saja proses yang terjadi pada tanaman pada siang dan malam hari?

 

 

Aktivitas Tanaman pada Siang Hari

 

Pada siang hari, tanaman berada pada fase aktif karena tersedianya cahaya matahari. Daun berperan sebagai organ utama yang menangkap cahaya melalui pigmen hijau yang dikenal sebagai klorofil. Energi cahaya ini dimanfaatkan tanaman untuk menjalankan proses fotosintesis. Intensitas cahaya matahari yang diterima akan memengaruhi kecepatan dan efisiensi proses tersebut, sehingga kondisi siang hari sangat menentukan kemampuan tanaman dalam menghasilkan energi.

 

Perbedaan mendasar antara siang dan malam terletak pada sumber energi yang digunakan tanaman. Pada siang hari, tanaman memperoleh energi langsung dari cahaya matahari. Energi ini kemudian diubah menjadi energi kimia dan disimpan dalam bentuk glukosa. Sebaliknya, pada malam hari tanaman tidak lagi memperoleh energi dari cahaya, melainkan memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam glukosa untuk menjalankan berbagai aktivitas metabolisme melalui proses respirasi.

 

Proses Kimia yang Terjadi pada Tanaman

 

Perbedaan aktivitas tanaman pada siang dan malam hari dapat dijelaskan melalui reaksi kimia yang berlangsung. Pada siang hari terjadi proses fotosintesis dengan persamaan reaksi:

 

6CO? + 6H?O —(cahaya matahari)→ C?H??O? + 6O?.

 

Reaksi ini menunjukkan bahwa karbon dioksida dan air diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan cahaya matahari. Sementara itu, pada malam hari berlangsung proses respirasi dengan persamaan reaksi:

 

C?H??O? + 6O? → 6CO? + 6H?O + energi.

 

Respirasi menghasilkan energi yang digunakan tanaman untuk mempertahankan kehidupan dan menjalankan fungsi sel.

 

Peran Klorofil dalam Aktivitas Tanaman

 

Klorofil merupakan pigmen utama yang berperan dalam penyerapan cahaya matahari. Pada siang hari, klorofil aktif menyerap energi cahaya dan memulai rangkaian proses fotosintesis. Tanpa klorofil, tanaman tidak mampu memanfaatkan cahaya secara optimal. Pada malam hari, klorofil tidak berperan aktif karena tidak adanya cahaya matahari, sehingga fotosintesis tidak dapat berlangsung meskipun klorofil tetap berada di dalam jaringan daun.

 

 

Produk yang Dihasilkan pada Siang dan Malam Hari

 

Proses yang terjadi pada siang dan malam hari menghasilkan produk yang berbeda. Pada siang hari, fotosintesis menghasilkan glukosa dan oksigen. Glukosa berfungsi sebagai sumber energi dan bahan pembangun jaringan tanaman, sedangkan oksigen dilepaskan ke atmosfer. Pada malam hari, respirasi menghasilkan karbon dioksida dan air sebagai hasil akhir dari pemecahan glukosa untuk menghasilkan energi.

 

Pertukaran Karbon Dioksida dan Oksigen

 

Aktivitas tanaman pada siang dan malam hari mempengaruhi pola pertukaran gas dengan lingkungan. Pada siang hari, tanaman menyerap karbon dioksida dari udara dan melepaskan oksigen sebagai hasil fotosintesis. Sebaliknya, pada malam hari tanaman menyerap oksigen untuk respirasi dan melepaskan karbon dioksida. Pola ini menunjukkan bahwa tanaman tetap aktif berinteraksi dengan lingkungannya sepanjang waktu.

 

Peran Energi bagi Pertumbuhan Tanaman

 

Energi yang dihasilkan dari fotosintesis dan respirasi memiliki peran penting dalam pertumbuhan tanaman. Pada siang hari, energi dari fotosintesis digunakan untuk pembentukan organ vegetatif dan generatif, seperti daun, batang, bunga, dan buah. Sementara itu, pada malam hari energi dari respirasi dimanfaatkan untuk pemeliharaan sel, perbaikan jaringan, serta berbagai aktivitas metabolisme internal yang mendukung kesehatan tanaman.

 

Selain tanaman pada umumnya, terdapat kelompok tanaman yang memiliki adaptasi fisiologis khusus, yaitu tanaman dengan mekanisme CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Tanaman CAM menyerap karbon dioksida pada malam hari dan menyimpannya dalam bentuk asam organik. Karbon dioksida tersebut kemudian digunakan kembali pada siang hari untuk proses fotosintesis. Adaptasi ini memungkinkan tanaman mengurangi kehilangan air dan bertahan pada kondisi lingkungan yang kering atau bersuhu tinggi.

 

Fotosintesis dan respirasi merupakan dua proses yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Fotosintesis menyediakan cadangan energi dalam bentuk glukosa, sementara respirasi memanfaatkan cadangan tersebut untuk menjaga kelangsungan berbagai aktivitas fisiologis tanaman. Apabila salah satu proses terganggu, keseimbangan metabolisme tanaman juga akan ikut terpengaruh.

 

Pengaruh Lingkungan terhadap Aktivitas Tanaman

 

Faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, suhu, ketersediaan air, dan oksigen sangat memengaruhi aktivitas tanaman pada siang dan malam hari. Cahaya yang kurang optimal pada siang hari dapat menurunkan laju fotosintesis, sedangkan suhu malam yang terlalu tinggi dapat meningkatkan laju respirasi sehingga cadangan energi tanaman cepat berkurang. Kondisi lingkungan yang seimbang akan membantu tanaman menjalankan proses fisiologisnya secara lebih efisien.

 

Perbedaan aktivitas tanaman pada siang dan malam hari memiliki dampak penting dalam budidaya pertanian, yaitu dapat menjadi penentu waktu penyiraman, pemupukan, serta pengelolaan lingkungan tumbuh yang disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis tanaman pada kedua fase tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, efisiensi penggunaan energi tanaman dapat ditingkatkan sehingga pertumbuhan dan hasil produksi menjadi lebih optimal.

 

Aktivitas tanaman pada siang dan malam hari menunjukkan bahwa tanaman tidak pernah benar-benar berhenti bekerja. Siang hari dimanfaatkan untuk menghasilkan energi melalui fotosintesis, sedangkan malam hari digunakan untuk memanfaatkan energi tersebut melalui respirasi. 

Artikel Lainnya